Siapa yang tak kenal penerima hadiah Nobel Perdamaian dari Banglades, Prof M Yunus. Dia pendiri Gramen Bank atau Banknya orang miskin di Banglades. Awalnya dia memikirkan Banglades termasuk Negara termiskin di Asia, untuk membangkitkan ekonomi mereka tidak cukup hanya dengan memberi sedekah kepada mereka, karena sedekah hanya menyelesaikan masalah konsumtif yang bersifat sementara. Dari temuan lapangan prof. M Yunus memiliki kesimpulan bahwa untuk membengkitkan ekonomi orang miskin harus dimulai dengan pengumpulan tabungan yang dimiliki oleh orang miskin itu sendiri. Dari uang tabungan yang terkumpul itu dalam kelompok besar dimusyawarahkan dengan kelompok kecil siapa yang didahulukan untuk menerima pinjaman (dasarnya diutamakan bagi anggota yang paling miskin atau yang paling membutuhkan modal pinjaman). Setelah terjadi akad maka untuk mempertanggung jawabkan atas dasar tanggung renteng dikelompok kecil. Tanggung renteng juga ditujukan untuk keghadiran anggota dan tabungan dipertemuan anggota besar. Sehingga motivasi dari kelompok kecil untuk segera menyelesaikan hutang, selalu menabung, selalu hadir dipertemuan, penggunaan modal untuk kegiatan produktif serta pengawasan.
Prof M Yunus memulai kegiatan ekonomi skala kecil yang kebetulan anggotanya kebanyakan perempuan, saat telah memiliki Bank Sentral Gramen Bank yang anggotanya hampir 6 jutaan. Maka sangat pantas dia dapat penghargaan Nobel Perdamean
